Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Bulan Ramadhan’ Category

SURAT KEPUTUSAN
KETUA DEWAN KEMAKMURAN MASJID (DKM) NURUL HASANAH
NOMOR: 03/MNH/2010

T E N T A N G
PANITIA KEGIATAN BULAN SUCI RAMADHAN
TAHUN 1431 H/2010 M

KETUA DEWAN KEMAKMURAN MASJID (DKM) NURUL HASANAH
PURI BINTARO RESIDENCE SERUA INDAH CIPUTAT

Bismillahirrahmanir rahim

Menimbang : a. bahwa untuk memakmurkan kegiatan bulan suci Ramadhan 1431 H diperlukan panitia kegiatan syiar Ramadhan 1431 H di masjid Nurul Hasanah;
b. bahwa untuk menjamin pelaksanaan kegiatan syiar Ramadhan 1431 H masjid Nurul Hasanah, perlu dibentuk Surat Keputusan tentang panitia dimaksud;
c. bahwa nama-nama yang dalam lampiran Surat Keputusan ini dipandang mampu dan cakap untuk melaksanakan tugas-tugas tersebut di atas.

Mengingat : 1. Al-Qur’an ; al-Baqarah : 183-187, dan ayat- ayat lainnya yang terkait.
2. Rasulullah s.a.w. : “Ketika datang malam pertama dari bulan Ramadhan seluruh syaithan dibelenggu, dan seluruh jin diikat. Semua pintu-pintu neraka ditutup , tidak ada satu pintu pun yang terbuka. Semua pintu sorga ibuka hingga tidak ada satupun pintu yang tertutup. Lalu tiap malam datang seorang yang menyeru; “Wahai orang yang mencari kebaikan kemarilah; wahai orang yang mencari keburukan menyingkirlah. Hanya Allahlah yang bisa menyelamatkan dari api neraka”. (H.R.Tirmidzi. )
3. Dalam riwayat Bukhari dari Abu Hurairoh RA berkata: berkata Rasulullah SAW: “Ketika telah masuk bulan Ramadhan maka dibuka pintu-pintu langit, dan ditutup pintu-pintu neraka jahannam, dan dibeleggu semua syaithan”. Dalam Riwayat Bukhari yang lain; “ketika telah tiba bulan Ramadhan maka di bukakan pinti-pintu sorga”.

Memperhatikan : Rapat pembentukan panitia kegiatan syiar Ramadhan 1431 H tanggal 19 Juli 2010 oleh pengurus DKM di masjid Nurul Hasanah

M E M U T U S K A N
Menetapkan : KEPUTUSAN KETUA DEWAN KEMAKMURAN MASJID (DKM) NURUL HASANAH TENTANG PANITIA KEGIATAN SYIAR RAMADHAN MASJID NURUL HASANAH TAHUN 1431 H/2010 M

Pertama : Menetapkan Susunan panitia kegiatan syiar Ramadhan 1431 H di masjid Nurul Hasanah, sebagaimana terlampir dalam lampiran Surat Keputusan ini.
Kedua : Tugas panitia kegiatan syiar Ramadhan 1431 H di masjid Nurul Hasanah adalah sebagai berikut :
1. Bidang Ibadah ; (Menyelenggarakan Ibadah rutin di bulan Ramadhan)
a. Shalat Berjamaah 5 waktu
b. Shalat Tarawih
c. Kultum ba’da tarawih
d. Kultum ba’da subuh
e. Tadarus harian
f. I’tikaf di 10 hari terakhir
g. Mengadakan acara peringatan hari besar Islam “Nuzulul Qur’an”

2. Bidang Ifthor (Buka Puasa Bersama)
a. Mengadakan ta’jil/buka puasa harian untuk musafir & jamaah yang bekerja di area Kompleks Puri Bintaro Residence (PBR)
b. Mengadakan & mengkoordinir Ifthor mingguan bersama-sama seluruh warga Kompleks Puri Bintaro Residence (PBR)
c. Mendatangkan penceramah pada saat Ifthor Mingguan

3. Bidang TPA dan Pengajian Ibu-Ibu
a. Menyelenggarakan pengajian TPA bagi anak-anak
b. Mengadakan tadarus ibu-ibu dan remaja putri melalui pengajian khusus Akhwat
c. Mengatur dan menyiapkan nara sumber/pengajar untuk melaksanakan pengajian tersebut.

4. Bidang Pengumpulan Zakat Fitrah dan Pembagiannya
a. Mengkoordinir dan menerima pengumpulan zakat fitrah
b. Menyalurkan zakat fitrah kepada yang berhak
c. Berkoordinasi dengan kelurahan, RW dan pengurus masjid lain dalam penyaluran zakat

5. Bidang Shalat Iedul Fitri 1431 H
a. Menyelenggarakan shalat Idul Fitri bersama
b. Mendatangkan imam/khotib pada shalat Idul Fitri 1431 H
c. Mengadakan halal bi hala/silaturrahim seluruh warga PBR

6. Bidang Perlengkapan
a. Membuat spanduk kegiatan bulan suci Ramadhan 1431 H
b. Membuat spanduk kegiatan shalat Idul Fitri 1431 H
c. Menyediakan perlengkapan yang dibutuhkan selama pelaksanaan kegiatan Ramadhan
7. Panitia membuat laporan pelaksanaan (progress report) setiap bidang dari panitia kegiatan syiar Ramadhan 1431 H kepada Ketua DKM Nurul Hasanah Perumahan Puri Bintaro Residence Serua Indah Ciputat.
Ketiga : Kepada panitia kegiatan syiar Ramadhan 1431 H panitia berhak memperoleh dana operasional sebesar Rp 500.000,- (lima ratus ribu rupiah) dari Dewan Kemakmuran Masjid Nurul Hasanah dan dipertanggungjawabk an ke dalam laporan akhir dari kegiatan syiar Ramadhan 1431 H.
Keempat : Apabila di kemudian hari terdapat kekeliruan dalam Surat Keputusan ini, maka Surat Keputusan akan ditinjau kembali dan dilakukan perbaikan.
Kelima : Surat Keputusan ini berlaku mulai Tahun 2010.

Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tanggal :
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Nurul Hasanah Puri Bintaro Residence
H.M. Isom Yusqi
SUSUNAN PANITIA
KEGIATAN SYIAR RAMADHAN 1431 H/ 2010 M
MASJID NURUL HASANAH PURI BINTARO RESIDENCE
SERUA INDAH CIPUTAT
Penanggung Jawab : H.M. Isom Yusqi (Ketua DKM Masjid Nurul Hasanah)
Ketua : Bapak Budiman
Sekretaris : Bapak Sofian Hamid
Bendahara : Ibu Popon

1. Bidang Ibadah
Koordinator: H.M. Isom
Anggota:
1. Bapak Rahmat
2. Bapak Asep
Bapak Toni
3. Bapak Budi Hariyawan
4. Bapak Zarkoni
5. Bapak Sofian H
6. Bapak Lutfi (marbout)

2. Bidang Ifthor
Koordinator: Bapak Riri Chamdoris
Anggota :
1. Bapak Nanoeg
2. Bapak Merdi
3. Bapak Frans Sayogi
4. Ibu Dodi dan Ibu Eko tanggal 15 Agustus (Koordinator Jl Jeruk)
5. Ibu Gunawan dan Ibu Jul Indra Tanggal 21 Agustus (Koordinator Jl Jambu)
6. Ibu Manto dan Ibu Andes tanggal 22 Agustus (Koordinator Jl Sawo)
7. Ibu Hasan dan Ibu Riri tanggal 28 Agustus (Koordinator Jl Cheri, Cheri I & II dan Blok L)
8. Ibu Novan dan Ibu Zainul tanggal 29 agustus (Koordinator Koord Blok H dan I (besar) & Blok D)
9. Ibu Rozi dan Ibu Agus Tanggal 4 September (Koordinator Koord Blok J, I (kecil) dan Blok K)
10. Tanggal 5 september buka puasa PBR —> oleh seluruh warga PBR, (Koordinator seluruh panitia)
3. Bidang TPA dan Pengajian Ibu-ibu
Koordinator: Ibu Ecep
Anggota:
1. Ibu Johan
2. Ibu Manto
3. Ibu Budi Hariyawan
4. Ibu Asep
4. Bidang Zakat Fitrah
Koordinator: Bapak Johan
Anggota:
1. Bapak Mulyadi
2. Bapak Ecep
3. Bapak Suhendra
4. Bapak Agus Blok I
5. Bapak Izwar
5. Bidang Shalat Hari Raya Idul Fitri
Koordinator: Bapak Manto
Anggota:
1. Bapak Yoga
2. Bapak Agus Jl. Jambu
3. Bapak Tenang
4. Bapak Royce
5. Bapak Ramadhani (blok I)
6. Bidang Perlengkapan
Koordinator: Bapak Jul Indra
Anggota:
1. Bapak Rozi, Blok J
2. Bapak Eko, Blok H
3. Bapak Bambang, Jl. Jeruk
4. Bapak Slamet, Jl. Sawo

Ditetapkan di : Jakarta
Pada Tanggal :
Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM)
Nurul Hasanah Puri Bintaro Residence
H.M. Isom Yusqi
JADWAL PETUGAS IMAM SHALAT DAN PENCERAMAH KULTUM
BULAN SUCI RAMADHAN 1431 H/2010 M
MASJID NURUL HASANAH
NO HARI DAN TANGGAL IMAM SHALAT ISYA’ IMAM SHALAT TARAWEH DAN SHALAT WITIR PENCERAMAH KULTUM
1 Selasa, 10/8/2010 H.M. Ishom Yusqi Sofian Hamid H.M. Ishom Yusqi
2 Rabo, 11/8/2010 Sofian Hamid Asep Saiful Bahri Sofian Hamid
3 Kamis, 12/8/2010 Asep Saiful Bahri Zarkoni Asep Saiful Bahri
4 Jum’at, 13/8/2010 Zarkoni Ulin Nuha Zarkoni
5 Sabtu,14/8/2010 Ulin Nuha Rahmat Ulin Nuha
6 Ahad, 15/8/2010 Rahmat Budiman Rahmat
7 Senen, 16/8/2010 Budiman H. Budi Hariyawan Budiman
8 Selasa, 17/8/2010 H. Budi Hariyawan H.M. Ishom Yusqi H. Budi Hariyawan
9 Rabo, 18/8/2010 H.M. Ishom Yusqi Sofian Hamid Johan
10 Kamis, 19/8/2010 Sofian Hamid Asep Saiful Bahri Joel Indra
11 Jum’at, 20/8/2010 Asep Saiful Bahri Zarkoni Frans Sayogi
12 Sabtu,21/8/2010 Zarkoni Ulin Nuha Merdi (RT 07)
13 Ahad, 22/8/2010 Ulin Nuha Rahmat Manto (RT 06)
14 Senen, 23/8/2010 Rahmat Budiman Agus Kamaluddin
15 Selasa, 24/8/2010 Budiman H. Budi Hariyawan Riri Chamdoris
16 Rabo, 25/8/2010 H. Budi Hariyawan H.M. Ishom Yusqi Toni
17 Kamis, 26/8/2010 H.M. Ishom Yusqi Sofian Hamid H.M. Ishom Yusqi
18 Jum’at, 27/8/2010 Sofian Hamid Asep Saiful Bahri Sofian Hamid
19 Sabtu,28/8/2010 Asep Saiful Bahri Zarkoni Asep Saiful Bahri
20 Ahad, 29/8/2010 Zarkoni Ulin Nuha Zarkoni
21 Senen, 30/8/2010 Ulin Nuha Rahmat Ulin Nuha
22 Selasa, 31/8/2010 Rahmat Budiman Rahmat
23 Rabo, 1/9/2010 Budiman H. Budi Hariyawan Budiman
24 Kamis, 2/9/2010 H. Budi Hariyawan H.M. Ishom Yusqi H. Budi Hariyawan
25 Jum’at, 3/9/2010 H.M. Ishom Yusqi Sofian Hamid Johan
26 Sabtu,4/9/2010 Sofian Hamid Asep Saiful Bahri Joel Indra
27 Ahad, 5/9/2010 Asep Saiful Bahri Zarkoni Frans Sayogi
28 Senen, 6/9/2010 Zarkoni Ulin Nuha Merdi (RT 07)
29 Selasa, 7/9/2010 Ulin Nuha Rahmat Manto (RT 06)
30 Rabo, 8/9/2010 Rahmat Budiman Agus Kamaluddin
31 Kamis, 9/9/2010 Budiman H. Budi Hariyawan Riri Chamdoris
32 Jum’at, 10/9/2010 H. Budi Hariyawan H.M. Ishom Yusqi Toni
Keterangan :
1. Petugas Adzan, Bilal dan Do’a adalah Bapak Lutfi Marbout
2. Para petugas Imam dan Penceramah diharap hadir tepat waktu
3. Petugas Imam Taraweh bertindak sebagai pemimpin tadarus setelah selesai shalat.
4. Shalat Taraweh dan Witir dilaksanakan 11 rakaat dengan ketentuan 4 rakaat, 4 rakaat dan witir 3 rakaat dengan sekali salam.

JADWAL PETUGAS IMAM SHALAT DAN PENCERAMAH SUBUH
BULAN SUCI RAMADHAN 1431 H/2010 M
MASJID NURUL HASANAH
NO HARI DAN TANGGAL IMAM SHALAT SUBUH PENCERAMAH SUBUH
1 Selasa, 10/8/2010 Sofian Hamid H.M. Ishom Yusqi
2 Rabo, 11/8/2010 Asep Saiful Bahri Sofian Hamid
3 Kamis, 12/8/2010 Zarkoni Asep Saiful Bahri
4 Jum’at, 13/8/2010 Ulin Nuha Zarkoni
5 Sabtu,14/8/2010 Rahmat Ulin Nuha
6 Ahad, 15/8/2010 Budiman Rahmat
7 Senen, 16/8/2010 H. Budi Hariyawan Budiman
8 Selasa, 17/8/2010 H.M. Ishom Yusqi H. Budi Hariyawan
9 Rabo, 18/8/2010 Sofian Hamid H.M. Ishom Yusqi
10 Kamis, 19/8/2010 Asep Saiful Bahri Sofian Hamid
11 Jum’at, 20/8/2010 Zarkoni Asep Saiful Bahri
12 Sabtu,21/8/2010 Ulin Nuha Zarkoni
13 Ahad, 22/8/2010 Rahmat Ulin Nuha
14 Senen, 23/8/2010 Budiman Rahmat
15 Selasa, 24/8/2010 H. Budi Hariyawan Budiman
16 Rabo, 25/8/2010 H.M. Ishom Yusqi H. Budi Hariyawan
17 Kamis, 26/8/2010 Sofian Hamid H.M. Ishom Yusqi
18 Jum’at, 27/8/2010 Asep Saiful Bahri Sofian Hamid
19 Sabtu,28/8/2010 Zarkoni Asep Saiful Bahri
20 Ahad, 29/8/2010 Ulin Nuha Zarkoni
21 Senen, 30/8/2010 Rahmat Ulin Nuha
22 Selasa, 31/8/2010 Budiman Rahmat
23 Rabo, 1/9/2010 H. Budi Hariyawan Budiman
24 Kamis, 2/9/2010 H.M. Ishom Yusqi H. Budi Hariyawan
25 Jum’at, 3/9/2010 Sofian Hamid H.M. Ishom Yusqi
26 Sabtu,4/9/2010 Asep Saiful Bahri Sofian Hamid
27 Ahad, 5/9/2010 Zarkoni Asep Saiful Bahri
28 Senen, 6/9/2010 Ulin Nuha Zarkoni
29 Selasa, 7/9/2010 Rahmat Ulin Nuha
30 Rabo, 8/9/2010 Budiman Rahmat
31 Kamis, 9/9/2010 H. Budi Hariyawan Budiman
32 Jum’at, 10/9/2010 H.M. Ishom Yusqi H. Budi Hariyawan
Keterangan :
1. Petugas Adzan, Bilal dan Do’a adalah Bapak Lutfi Marbout
2. Para petugas Imam dan Penceramah Subuh diharap hadir tepat waktu

Advertisements

Read Full Post »

Agar Ramadhan menjadi bulan rahmat, ampunan dan keselamatan dari neraka maka momentum yang penuh berkah ini perlu dijadikan sebagai momentum Training Manajemen Syahwat, dan sekaligus menjadi Training Manajemen Ibadah.

Agar Ramadhan menjadi bulan rahmat, ampunan dan keselamatan dari neraka maka momentum yang penuh berkah ini perlu dijadikan sebagai momentum Training Manajemen Syahwat, dan sekaligus menjadi Training Manajemen Ibadah. Inilah yang dilakukan Rasul Saw. Sebab itu, kita perlu menelusuri bagaimana Rasulullah Saw dan generasi Islam pertama, generasi terbaik umat ini, menjalankan manajemen Ramadhan.

Untuk mendapatkan gambaran utuh dari manajamen Ramadhan Rasul Saw. ada empat situasi yang perlu kita perhatikan. Pertama, sebelum memasuki Ramadhan. Kedua, saat memasuki Ramadhan. Ketiga, setelah memasuki Ramadhan. Keempat, ketika memasuki 10 hari terakhir.

Pertama, sebelum memasuki Ramadhan

Para Sahabat dan generasi setelah mereka (Tabi’in) selalu merindukan kedatangan Ramadhan. Mereka selalu berdoa agar diberi Allah kesempatan menemui Ramadhan sejak enam bulan sebelum Ramadhan tiba. Imam Malik, misalnya, sering minta izin pada Sahabatnya setelah pengajian untuk mempelajari bagaimana Sahabat memenej kehidupan ini, termasuk hal-hal yang terkait dengan Ramadhan mereka. Kendati Beliau tidak hidup bersama para Sahabat, namun Beliau mampu meneladani mereka melalui sejarah hidup mereka.

Ma’la Bin Fadhal berkata : Dulu Sahabat Rasul Saw. berdoa kepada Allah sejak enam bulan sebelum masuk Ramadhan agar Allah sampaikan umur mereka ke bulan yang penuh berkah itu. Kemudian selama enam bulan sejak Ramadhan berlalu, mereka berdoa agar Allah terima semua amal ibadah mereka di bulan itu. Di antara doa mereka ialah : Yaa Allah, sampaikan aku ke Ramadhan dalam keadaan selamat. Yaa Allah, selamatkan aku saat Ramadhan dan selamatkan amal ibadahku di dalamnya sehingga menjadi amal yang diterima.

Dari sikap dan doa yang mereka lakukan, jelas bagi kita bahwa para Sahabat dan generasi setelahnya sangat merindukan kedatangan Ramadhan. Mereka sangat berharap dapat menjumpai Ramadhan agar mereka meraih semua janji dan tawaran Allah dan Rasul-Nya dengan berbagai keistimewaan yang tidak terdapat di bulan-bulan lain. Hal tersebut menunjukkan bahwa para Sahabat dan generasi setelahnya memahami dan yakin betul akan keistimewaan dan janji Allah dan Rasul-Nya yang amat luar biasa seperti rahmah (kasih sayang), maghfirah (ampunan) dan keselamatan dari api neraka. Inilah yang diungkapkan Imam Nawawi : Celakalah kaum Ramadhaniyyin. Mereka tidak mengenal Allah kecuali di bulan Ramadhan. Sungguh Rasulullah, Sahabat dan generasi setelahnya mengenal Allah sejak jauh-jauh hari sebelum Ramadhan dan di bulan Ramadhan pengenalan kepada Allah lebih mereka tingkatkan.

Kedua, saat memasuki Ramadhan

Saat hilal muncul di ufuk pertanda Ramadhan tiba, Rasul dan para Sahabat melihat dan menyambutnya dengan suka cita sambil membacakan doa seperti yang diceritakan Ibnu Umar radhiyallahu ‘anhu dalam hadits berikut :
عَنِ ابْنِ عُمَرَ قَالَ : كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِذَا رَأَى الْهِلاَلَ قَالَ :« اللَّهُ أَكْبَرُ ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالأَمْنِ وَالإِيمَانِ وَالسَّلاَمَةِ وَالإِسْلاَمِ وَالتَّوْفِيقِ لِمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى ، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
Dari Ibnu Umar dia berkata : Bila Rasul Saw. melihat hilal (anak bulan) dia berkata : Allah Maha Besar. Ya Allah, jadikanlah hilal ini bagi kami membawa keamanan, keimanan, keselamatan, keislaman dan taufik kepada yang dicintaii Robb kami dan diridhai-Nya. Robbb kami dan Robbmu (hilal) adalah Allah. (HR. Addaromi).

Itulah contoh nyata dari Rasul Saw. dan para Sahabat ketika meyambut kedatangan Ramadhan. Bukan dengan hiruk pikuk pawai di jalanan sambil keliling kota memukul beduk dan sebagainya. Tidak pula dengan pesta petasan yang jelas-jelas menimbulkan keributan dan mubazir. Bukan pula dengan ajang promosi produk dan dan iklan diri agar dikenal dan dipilih masyarakat untuk jadi pejabat. Namun, keyakinan, pikiran, perasaan, kerinduan dan hati mereka tertuju hanya pada kebesaran Ramadhan yang dijanjikan Allah dan Rasul-Nya. Dengan harapan, jika amal ibadah Ramadhan dijalankan dengan ikhlas dan khusyu’, mereka akan meraih rahmat, ampunan dan terbebas dari api neraka. Ketiga nikmat itu tidak akan ternilai harganya bagi mereka kendati dengan dunia dan seisinya.

Ketiga, setelah memasuki Ramadhan

Apa yang dilakukan Rasul dan para Sahabat setelah memasuki Ramadhan? Setelah memasuki bulan Ramadhan, sejak hari pertama dan sampai hari terakhir, Rasulullah dan para Sahabat meningkatkan kemampuan menahan diri dari berbagai syahwat, seperti syahwat telinga, syahwat mata, syahwat lidah, syahwat perut (makan dan minum), syahwat kemaluan, syahwat cinta dunia, syahwat kesombongan dan berbagai syahwat yang memalingkan mereka dari mengingat dan cinta pada Allah serta akhirat. Latihan mengendalikan dan menundukkan berbagai syahwat ini dilakukan sejak terbit fajar sampai tenggelam matahari. Inilah inti shaum (puasa) Ramadhan yang diwajibkan Allah.

Apakah setelah sepanjang hari bergulat dengan dorongan-dorongan berbagai syahwat tersebut di malamnya digunakan untuk istirahat, makan, minum dan sebagainya? Ternyata tidak. Di malam harinya Rasulullah dan para Sahabat memanfaatkannya untuk qiyam (berdiri beramal ibadah) seperti shalat taraweh, berzikir, membaca dan tadabbur Al-Qur’an dan berbagai ibadah lainnya. Artinya, selama Ramadhan, Rasul dan para Sahabat benar-benar menfokuskan diri bertaqorrub kepada Allah melalu training manajemen syahwat dan sekaligus training manajemen ibadah. Dua hal inilah yang harus dimiliki oleh setiap hamba yang ingin mendapat ridha Allah di dunia dan bertemu dengan-Nya di syurga.

Aisyah meriwayatkan : Rasulullah adalah orang yang paling dermawan. Di bulan Ramadhan Beliau lebih dermawan lagi ketika bertemu Jibril. Jibril menemui Beliau setiap malam Ramadhan untuk mengajarkan (mudarosah) Al-Qur’an. Sebab itu, kederwawanan Rasul Saw. di bulan Ramadhan lebih kencang dan lebih merata dari angin. (HR. Bukhari).

Inilah contoh nyata dari Rasul Saw. dan para Sahabat ketika mereka memasuki bulan Ramadhan. Hampir tak satupun syahwat yang tidak dapat mereka tundukkkan dan kendalikan dan tak satupun kebaikan dan amal sholeh yang mereka tinggalkan. Ramadhan benar-benar menjadi sistem penyeimbang dalam hidup ini sehingga mereka berhasil terbebas dari pengaruh syahwat karena merekalah yang mengendalikannya. Pada waktu yang sama, mereka berhasil meningkatkan kualitas diri dengan berbagai amal ibadah yang mereka lakukan dalam rangka taqorrub ilallah. Dengan demikian tercapai janji Rasul Saw. Siapa yang shaum (puasa) di bulan Ramadhan dan dia mengetahui aturan mainnya (batas-batasnya), dia menjaga apa yang seharusnya dijaga maka akan dihapus dosa-dosa sebelumnya. (HR. Ahmad dan Baihaqi).

Keempat, ketika memasuki 10 hari terakhir Ramadhan

Jika kita teliti prilaku hidup Rasul Saw. dan para Sahabat di bulan Ramadhan, kita menemukan berbagai keajaiban. Di antaranya ialah, saat memasuki 10 hari terakhir Ramadhan. Apa yang mereka lakukan sangat kontras dengan apa yang terjadi di negeri ini. 10 Hari terakhir Ramadhan mereka habiskan di masjid, bukan di pasar, tempat kerja, di pabrik, kunjungan daerah dan sebagainya.

Menurut presepsi dan prilaku kebanyakan masyarakat Muslim Indonesia, 10 terakhir Ramadhan itu adalah kesempatan berbelanja untuk mempersiapkan keperluan lebaran dan pulang kampung, kendati mengakibatkan harga-harga semua barang naik dan membubung. Anehnya, mereka ikhlas dan tetap semangat berbelanja. Sebab itu, mereka meninggalkan masjid-masjid di malam hari dan tumpah ruah ke tempat-tempat perbelanjaan sejak dari yang tradisional sampai ke mal-mal moderen.

Lalu apa yang terjadi? Berbagai syahwat cinta dunia tidak berhasil dikendalikan, dan bahkan cenderung dimanjakan di bulan yang seharusnya dikendalikan. Pada waktu yang sama, semangat beramal ibadahpun tidak terbangun dengan baik sehingga kehilangan banyak momentum dan keistimewaan yang dijanjikan Allah dan Rasulnya. Coba bayangkan, terhadap janji Allah yang bernama Lailatul Qadr yang nilainya lebih baik dari 1.000 bulan saja belum tertarik? Jika tertarik, tentu mereka mengejarnya di masjid pada 10 hari terakhir Ramadhan dengan cara beri’tikaf di dalamnya secara penuh seperti yang dicontohkan Rasul Saw. Ini yang terjadi pada salah seorang teman ketika ditanya kenapa gak jadi i’tikaf? Dia katakan : saya sedang sibuk-sibuknya sosialisasi ke daerah. Lalu saya katakana : Mana yang lebih mahal menurut Rasulullah, i’tikaf di masjid 10 hari terakhir Ramadhan atau sosialiasi pencalegan Anda? Kemudian Anda bisa jamin umur Anda akan sampai pada 10 terakhir Ramadhan yang akan datang? Sungguh terkadang kita berlagak seakan lebih pintar, lebih hebat dan lebih sibuk berjuang dari Rasul Saw.

Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari, Abu Daud dan Ibnu Majah bahwa Rasul Saw. beri’tikaf 10 hari terakhir Ramadhan. Pada tahun terakhir berjumpa Ramadhan, Beliau i’tikaf selama 20 hari. Kebiasaan I’tikaf ini diteruskan oleh para Sahabat dan istri-istrinya setelah peninggalan Beliau.

Inilah prilaku yang dibangun Rasul Saw. saat memasuki 10 hari terakhri Ramadhan dan diteruskan oleh para Sahabat dan istri-istrinya sepeninggalan Beliau.

Pertanyaannya adalah : Bukankah Rasulullah orang yang paling sibuk berdakwah dan mengurusi umatnya? Bukankah para Sahabat orang yang paling giat berdakwah dan berjihad di jalan Allah? Lalu, kenapa mereka bisa melaksanakan i’tikaf di 10 terakhir Ramadhan? Jawabanya ialah : itulah jalan yang harus ditempuh sebagai bagian dari sistem Allah yang menyampaikan hamba-Nya ke tingkat taqwa, tak terkecuali Rasulullah dan para Sahabatnya. Lalu bagaimana dengan kita? Sudah pasti jalannya sama jika menginginkan sampai ke pringkat yang sama (taqwa).

Read Full Post »

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.”

(QS. Al-Baqarah:183)

Dalam putaran waktu dialam semesta yang berjumlah 12 bulan, Allah SAW telah mengistimewakan satu bulan dari bulan-bulan yang lain, yaitu bulan suci Ramadhan. Keistimewaan itu menjadikannya lebih utama dan diberi jaminan masuk surga, dan ampunan serta pahala yang berlipat ganda, sehingga manusia kembali fitrah.

Bulan Ramadhan diistimewakan Allah dengan curahan rahmat, maghfiroh dan penyelamatan dari api neraka. Dijelaskan secara gamblang oleh Al-Quraan dan Sunnah Rasul. Menjelang bulan Ramadhan Rasulullah SAW bersabda :

“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan penuh dengan berkah. Pada bulan tersebut Allah mendatangi kalian kemudian menurunkan rahmat, menghapus kesalahan-kesalahan dan mengabulkan doa. Allah juga melihat kompetisi kalian dan membangga-banggakan kalian dihadapan para Malaikat-Nya. Oleh karena itu perlihatkanlah kebaikan-kebaikan kalian kepada Allah pada bulan itu. Orang yang celaka adalah orang yang diharamkan dari rahmat Allah Azza Wa Jalla pada bulan tersebut.” (HR. Thabrani)

Read Full Post »